Showing posts with label Info Bola. Show all posts
Showing posts with label Info Bola. Show all posts

Meninggalnya Putri RD, Renungan Aremania & Suporter Indonesia



Wearemania.net - Pecat RD! Pecat RD! Pecat RD! teriakan Aremania yang menginginkan pelatih Arema Rahmad Darmawan untuk mundur setelah timnya dikalahkan Persela Lamongan dengan skor 0-2 di Stadion Kanjuruhan (30/12/2012) lalu begitu bergema.
Aremania begitu marah saat timnya kalah di event pramusim tersebut. Event yang menurut saya adalah event yang terlalu dipaksakan untuk digelar karena waktu kompetisi sangat mepet. Sebegitu takutnya Aremania pada kekalahan. Saya mulai mempertanyakan apa it arti loyalitas.
Braaaakkkkk! Pintu ruang konferensi pers stadion Kanjuruhan ditutup, sebelum ditutup oleh petugas saya sempat melihat wajah pelatih idola saya tersebut tampak tegar. Meskipun banyak yang menghujatnya, jelas hujatan tersebut terasa menggelegar di telinga Rahmad Darmawan, betapa suasana diluar begitu riuh, diluar yang berbatasan hanya dengan tembok dengan ruang konferensi pers.
Arema Kalah Melawan Persela
Saya sendiri jelas bukan orang yang berkepentingan untuk masuk keruang media, namun begitu pedih bagi saya untuk melihat raut wajah Rahmad Darmawan. Betapa saat itu Aremania, memberikan pengadilan kepada seseorang nahkoda yang belum memulai pelayarannya di kompetisi resmi (Indonesia Super League).
"Dan menyikapi ini, tentu saya tidak ingin menyalahkan semua. Saya tidak ingin menyalahkan pemain, karena saya sebagai pelatih tentunya punya tanggung jawab terhadap kondisi ini," begitu pernyataan Rahmad Darmawan yang saya baca ketika malam hari di media online.
Dari pernyataan Rahmad Darmawan saya melihat sang pelatih begitu tegar, ditengah tekanan berat masih terurai senyum dibibirnya. Entahlah apa yang membuatnya begitu bermental baja, apa karena dia seorang marinir?
***
Lima hari setelah itu, saya membaca dikoran akan ada pertemuan antara Aremania, pemain, pelatih dan manajemen di hotel Agrokusuma, Batu. Membaca koran tersebut di kios koran didaerah sumber sari, saya hanya berharap pertemuan tersebut hanya sekedar sharing dan tukar pikiran, bukan untuk mengadili sosok Rahmad Darmawan, itu harapan saya!.
Penasaran, saya menyempatkan diri untuk datang langsung. Meskipun dengan kondisi badan sakit dan perjalanan jauh saya tempuh kesana sendirian dengan menggunakan motor butut.Diluar dugaan Aremania yang hadir cukup banyak, disitu disediakan makanan, saya tidak tertarik menyentuhnya, saya hanya ingin melihat bagaimana alur diskusi berjalan.
Ternyata! Apa yang saya takutkan terbukti, Aremania dengan beringasnya mengadili pemain, pelatih dan manajemen yang saat itu duduk didepan, sedangkan Aremania mengelililingi. Usai pemain memberikan pernyataan dan keluar karena besok pagi ada latihan. Disitu tinggal jajaran pelatih dan manajemen.
***
"Saya berada disini bukan berarti tidak sanggup, karena saya sanggup maka saya berada disini," begitu pernyataan pertama yang keluar dari bibir Rahmad Darmawan yang diungkapkannya dengan sangat tegas. Saya sendiri cukup jelas mendengarkan pernyataan Rahmad Darmawan tersebut karena saya berdiri agak kedepan meski berhimpit.
Namun, disela-sela pernyataan bijak Rahmad Darmawan masih ada saja Aremania yang celometan. Terutama yang berada di belakang, yang berteriak "Alibi, alibi, alibi,"yang saya rasa yang mereka teriakkan itu sama sekali tidak mereka pahami.
"Saya lebih bingung, saya tidak sependapat kalau saya dibilang ngantuk, Pak Rahmad capek, Gethuk memikirkan Arema, saya tidak setuju kalau ini dipakai kalau sebagai ajang menghakimi, kita disini sama-sama mencari solusi,"tegas saat itu Iwan Budianto yang coba menanggapi pertanyaan salah satu Aremania.
Saya sendiri yang pusing menyaksikan dialog tersebut memilih untuk langsung pulang kerumah. Saya sudah menebak kalau diteruskan tidak akan berujung dan bisa sampai pagi. Persoalan sepakbola sejatinya memang diselesaikan di lapangan bola bukan di meja rapat.
***
Pembukaan ISL Arema b egitu perkasa, pertandingan pertama mereka menggulung Persidafon dengan skor 5-2, kemudian pertandingan home selanjutnya mereka mengalahkan Persiram dengan skor 3-0. Saya cukup bangga meskipun saat itu hanya bisa menyaksikan pertandingan melalui layar kaca.
Hasil sebaliknya didapat saat Arema main di tandang. Singo Edan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Barito Putra dan Persiba Balikpapan dengan skor sama-sama tipis 1-0. Saya menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar dengan tim yang bisa dibilang adalah penggabungan dua tim dengan karakter pemain yang berbeda sehingga mental tandang belum teruji, mungkin pertandingan selanjutnya.

Ternyata lagi-lagi pemikiran saya tidak sama dengan Aremania yang lain. Saya baca dikoran ada yang lakukan pelemparan, bahkan ada yang menggunakan batu. Mendengar itu sayapun miris. Belum lagi di jembatan penyeberangan depan masjid sabililillah ada tulisan yang menghujat Rahmad Darmawan yang mengatakan tak layak di Arema.
Saya berharap sang nahkoda tetap membawa kapalnya hingga sampai tujuan bukan melambaikan tangan dan mengucapkan selamat jalan. Harapan saya terwujud, dengan mental baja Rahmad Darmawan tetap melatih Arema ditengah hujatan. Bahkan ketika Aremania mendatanginya ke Stadion saat latihan dia menunjukkan rasa tidak gentar.
***
Cercaan bukan hanya ada di dunia nyata, didunia maya lebih kejam lagi. Lebih-lebih pada jejaring sosial twitter. Saya melihat berseliweran twit-twit yang menghujat agar @rdcoach66 , akun milik Rahmad Darmawan, agar mundur dari Arema. Jelas ketika twit tersebut ditujukan langsung pada yang punya akun, bukan lagi ratusan orang yang menghujat tapi bisa jadi sudah ribuan.
Dibalik rasa tegar sosok Rahmad Darmawan saya berpikir, ada sosok yang lebih gelisah untuk memikirkan Rahmad Darmawan. Sosok tersebut adalah Dinda Eti Yuliawati, yang tak lain adalah istrinya yang saat ramainya hujatan tersebut tengah hamil 4 bulan. Usia kehamilan yang seperti itu jelas merupakan suatu yang rawan, apabila si ibu sampai stress. Lebih-lebih bila sang istri tersebut memikirkan suami, saya juga melihat bahwa Nyonya Rahmad Darmawan ini juga mempunyai akun twitter, jelas gelisah bila melihat hujatan berkepanjangan tersebut.
Dua pertandingan home dilalui Arema dengan mulus, yakni setelah melibas Mitra Kukar dan Persisam dengan skor sama-sama 3-1. Hal tersebut membuat Aremania berpesta kegirangan. Namun beban melepaskan predikat jago kandang masih dipikul Arema. Ujian bagi Rahmad Darmawan masih terus berlanjut, saat pertandingan tandang Arema kembali kalah 1-0. Namun hasil luar biasa didapat Arema saat bertanding di ibukota mengalahkan Persija dengan skor cukup meyakinkan yakni 1-2. Aremania yang datang dengan jumlah besar pun berpesta di Gelora Bung Karno. Saya yang menyaksikan langsung didepan televisi bersama para tetanggapun ikut bersorak!.
Setelah menang lawan Persija, Arema kembali ke Malang. Tiba saat Arema latihan di luar stadion Gajayana saya tidak melihat Rahmad Darmawan. Saya yang berada di luar pagar sama sekali tidak melihat sosoknya yang tegas dalam memimpin latihan. Esoknya saya baca dikoran Rahmad Darmawan pulang ke Tangerang karena menunggui istrinya yang sedang sakit, pikiran saya bermacam-macam!.

Rasanya baru kemarin Aremania berpesta, bergemuruh, menyalakan flare yang memerahkan Kanjuruhan menyambut kemenangan atas tim besar Sriwijaya FC dengan skor telak 4-1, kita semua dikejutkan oleh berita duka, meninggalnya putri ketiga Rahmad Darmawan yang masih dalam kandungan. Ya, sungguh mengejutkan, suasana duka ditengah pesta kemenangan yang masih tersisa, Rahmad Darmawan harus kehilangan buah hati tercinta yang berarti hilangnya satu harapan.
Lagi-lagi saya tergiang artikel yang saya baca tentang stress yang membahayakan kesehatan janin. Arema sendiri memang klub yang memiliki fanatisme luar biasa. Hanya yang bermental baja yang bisa mengatasi tekanan disini akan bertahan tapi haruskah tekanan besar tersebut dibayar dengan rasa duka? Entahlah.
Sejak saat itu saya menjadi tidak setuju terkait tekanan suporter yang berlebihan. Ada kalanya mereka menganggap itu sebagai pembenaran, agar timnya bisa lebih baik lagi. Tapi saya rasa tidak, itu tidak ada pengaruhnya sama sekali. Saat tim terpuruk tidak ada yang lebih baik selain mendukung dan mendukung, bukan menjatuhkan atau menghakimi.
Terlalu luas mendefinisikan salam satu jiwa, yang pasti Arema dan Aremania itu satu, ada kesedihan bersama saat kalah, merasakan rasa yang sama saat menang. Ketika mereka tidak mendukung dengan cara positif, mereka sudah keluar dari kesatuan

Sumber : http://www.wearemania.net/aremania/aremania-voice/3088-meninggalnya-putri-rd-renungan-aremania-suporter-indonesia
Read More

Review ISL: Hempaskan Persidafon, Persipura Salip Arema

Duel Derby Papua (Foto: Liga Indonesia)
Duel Derby Papua (Foto: Liga Indonesia)

Wearemania.net - Hanya berbekal tujuh pertandingan, Persipura melesat untuk mengambil alih posisi Arema Indonesia diurutan kedua. Kepastian ini didapat usai Boaz Solossa cs menang melawan Persidafon Dafonsoro dengan skor 2-0 di stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jayapura, Jumat (22/2).
Bermain dihadapan 15 ribu suporter, Persipura mendominasi permainan, keadaan ini memaksa Dafonsoro yang bertindak sebagai tuan rumah pontang panting menerima serangan. Namun hampir setengah jam laga terjadi, skor masih tetap 0-0.
Pertandingan sempat panas ketika memasuki menit terakhir, adalah Fransisco Rumkabu yang dengan sengaja menahan tembakan keras Boaz Solossa. Namun eksekusi tendangan pinalti yang diambil sendiri oleh Boaz gagal menjadi gol karena bola sepakan dia melambung tinggi diatas mistar.
Gol buat Persipura lahir memasuki injury time babak pertama, adalah Otavio Dutra yang memanfaatkan bola umpan silang dari Zah Rahan, bola yang dia sundul menghujam mulus gawang Persidafon.
Di babak kedua, tempo yang diurai Persipura sama sekali tidak berubah. Bahkan Persipura berhasil mencetak gol kedua, lagi lagi melalui Zah Rahan yang memberikan umpan terobosan kepada Boaz Solossa. Kali ini pemain Timnas tersebut dengan sangat dingin menyelesaikan peluang dengan bagus. Dua gol buatan Persipura itu tidak berubah hingga wasit meniupkan peluit panjang.
"Kami akui kekalahan kami, kami memang kalah di semua lini dari Persipura. Kehilangan Fransisco Rumkabu dibabak pertama membuat kami kekurangan pemain untuk meladeni permainan Persipura. Yang pasti, kekalahan ini menghambat target kami untuk menyapu bersih semua laga di kandang," kata Erens Pehelerang, pelatih Persidafon, usai pertandingan dikutip dari Liga Indonesia.
Sedangkan pelatih Persipura, Jacksen Tiago, mengaku Persipura kali ini lebih beruntung pada derbi Papua.
"Laga derby selalu mempunyai tensi yg tinggi, dan kami lebih beruntung disini ketimbang saat melawan Persiram. Dengan kemenangan ini, kami masih tetap berada di jalur yang dari awal sudah direncanakan. Dan, ini merupakan modal berharga untuk menghadapi laga kandang kami nantinya," papar Jacksen.

Sumber : http://www.wearemania.net/kick-off/3067-review-isl-hempaskan-persidafon-persipura-salip-arema
Read More

Firman Utina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Firman Utina
Firman Utina.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Firman Utina
Tanggal lahir 15 Desember 1981 (umur 31)
Tempat lahir Manado, Indonesia
Tinggi 1.65 m (5 ft 5 in)
Posisi bermain Gelandang Serang
Informasi klub
Klub saat ini Persib Bandung
Nomor 15
Karier junior
1993 - 1994 Indonesia Muda Manado FC
1995 - 1998 Bina Taruna Manado FC
1998 - 1999 Persma Manado Junior
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2000-2004 Persita Tangerang 65 (8)
2005-2006 Arema Malang 38 (4)
2007-2008 Persita Tangerang 29 (0)
2008-2009 Pelita Jaya 40 (3)
2010 (6 Bulan) Persija Jakarta 15 (0)
2010-2012 Sriwijaya FC 11 (0)
2012- Persib Bandung

Tim nasional‡
2000 Bendera Indonesia Indonesia U-18

2000 Bendera Indonesia Indonesia U-19

2001 - 2003 Bendera Indonesia Indonesia U-23

2001- Bendera Indonesia Indonesia 53 (5)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 1 Juli 2011.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 11 November 2011
Firman Utina (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 15 Desember 1981; umur 31 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia berdarah Gorontalo yang berposisi sebagai gelandang tengah.[1][2] Saat ini ia bermain untuk tim Persib Bandung di Liga Super Indonesia dan juga mewakili negara dalam Timnas sepak bola Indonesia.[2]
Dengan tinggi badan 165 cm,[2] ia dikenal sebagai pemain yang memiliki akselerasi dan daya jelajah yang tinggi di lapangan tengah sehingga menjadi salah satu pemain tidak tergantikan dalam beberapa tahun terakhir.[3] Karena penampilannya itu pula ia beberapa kali mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik,[3] salah satunya ketika pertandingan Indonesia melawan Bahrain di Piala Asia 2007.[4]

Perjalanan karier

Firman Utina memulai karir sepakbolanya di klub Sepakbola Indonesia Muda dan kemudian pindah ke klub lain bernama Bina Taruna. Berkat kerja kerasnya untuk terus rajin berlatih membuat dirinya menjadi semakin mahir dalam permainan sepakbolanya. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun bersama klub Bina Taruna, ia kemudian direkrut oleh klub Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada di daerah Manado pada saat itu dengan asuhan pelatih Benny Dollo.[5]
Dengan progres Firman yang terus meningkat, membuat pelatih Benny Dollo tidak ragu dengan kemampuannya dan bertekat untuk selalu mengikutkannya di mana pun Benny Dollo menjadi pelatih tim sepakbola, terutama ketika Benny Dollo menjadi pelatih tim sepakbola Persita Tangerang dan juga ketika Benny Dollo menjadi pelatih Timnas Indonesia.[5]
  • Indonesia Muda Manado (1993-94)
  • Bina Taruna Manado (1995-98)
  • Persma Junior (1998-99)
  • Persita Tangerang (2000-04)
  • Arema Malang (2005-06)
  • Persita Tangerang (2007-2008)
  • Pelita Jaya (2008-2009)
  • Persija Jakarta (2009-2010)
  • Sriwijaya FC (2010-2012)
  • Persib Bandung (2012-)

Partisipasi di tim nasional

  • Piala Pelajar Asia U-19 (2000)
  • SEA Games (2001, 2003)
  • Pra-Piala Asia (2001, 2004)
  • Pra-Olimpiade (2003)
  • Piala Tiger (2004)
  • Piala Tiger (2006)
  • Piala Asia (2007)
  • Piala Suzuki AFF (2008)
  • Piala Suzuki AFF 2010

Gol internasional

# Tanggal Tempat Lawan Skor (Mencetak Gol) Hasil Kompetisi
1 13 November 2008 Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar  Bangladesh 0-1 0-2 2008 Myanmar Grand Royal Challenge Cup
2 5 Desember 2008 Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia  Myanmar 2-0 3-0 Piala Suzuki AFF 2008
3 24 November 2010 Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Indonesia  Cina Taipei 2-0 2-0 Pertandingan persahabatan
4 4 Desember 2010 Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia  Laos 1-0 6-0 Piala Suzuki AFF 2010
5 4 Desember 2010 Jakarta, Indonesia Bendera Laos Laos 2-0 6-0 Piala Suzuki AFF 2010

Gelar

Klub

Arema Malang
  • Juara (2): 2005, 2006

Internasional

Indonesia
  • Runner-up (1): 2010

Pribadi

Read More

Piala Indonesia 2013, Arema Tuan Rumah Grub E

Sunarto, Thiery, dan Greg Bakal Menjamu Lawan Di Kanjuruhan (Foto: Abi Yazid)
Sunarto, Thiery, dan Greg Bakal Menjamu Lawan Di Kanjuruhan (Foto: Abi Yazid)

Wearemania.net - PT Liga Indonesia kembali memutar kompetisi. Gelaran itu dinamakan Piala Indonesia dan digunakan untuk melengkapi agenda rutin Indonesia Super Liga [ISL] dengan Divisi Utama [DU] 2013.
Ada 32 tim yang berpartisipasi dalam hajatan yang musim lalu ditiadakan ini. Mereka dibagi menjadi delapan grup dengan masing-masing dihuni oleh empat tim. Setiap grup dilakukan pertandingan setengah kompetisi dengan salah satunya menjadi tuan rumah.
Arema sendiri akan bermain di stadion Kanjuruhan dan dalam drawing berada di grub E bersama Persegres, Gresik United, PS Sumbawa Barat, dan Perseru Serui.
Kick off akan dilakukan pada bulan April. Dan berikut ini adalah susunan grub Piala Indonesia.
Pembagian Grup Piala Indonesia 2013 :
Grup A
Stadion Jaka Baring, Palembang
  1. Sriwijaya F.C
  2. PSPS Pekanbaru
  3. Persita Tangerang
  4. PS Bangka
Grup B
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
  1. Persija Jakarta
  2. Persela Lamongan
  3. PSIM Jogjakarta
  4. Persiku Kudus
Grup C
Stadion Si Jalak Harupat, Bandung
  1. Persib Bandung
  2. Pelita Bandung Raya
  3. Persitara Jakarta Utara
  4. Persid Jember
Grup D
Stadion Manahan, Solo
  1. Persis Solo
  2. Persepam Madura United
  3. Persidafon Dafonsoro
  4. Persip Pekalongan
Grup E
Stadion Kanjuruhan, Malang
  1. Arema Indonesia
  2. Persegres Gresik United
  3. Perseru Serui
  4. PS Sumbawa Barat
Grup FStadion Gelora 10 Nopember, Surabaya
  1. Persebaya Surabaya
  2. Mitra Kutai Kartanegara F.C
  3. Barito Putera F.C
  4. PSBK Kota Blitar
Grup GStadion Segiri, Samarinda
  1. 1. Persisam Samarinda
  2. 2. Persiba Balikpapan
  3. 3. Persigo Gorontalo
  4. 4. Perseka Kaimana
Grup H Stadion Mandala, Jayapura
  1. Persipura Jayapura
  2. Persiwa Wamena
  3. Persiram Raja Ampat 
  4.  

sumber :  http://www.wearemania.net/arema-news/2994-piala-indonesia-2013-arema-tuan-rumah-grub-e

Read More

5 Supporter Fanatik Paling Militan di Indonesia

Oleh Jalaksana Winangoen
[UNIKNYA.COM]: Militansi dalam dunia supporter sepak bola, seolah sudah menjadi kelaziman dalam mengawal pertandingan sebuah tim kesayangan. Tak heran, segala daya dan upaya dilakukan untuk membantu perjuangan tim mencapai hasil yang maksimal. Tapi seiring dengan itu pula, terkadang arogansi dan vandalisme mengiringi langkah para supporter dalam membela tim kesayangannya. Mau tahu 5 supporter tim sepak bola paling militan di liga Indonesia? Simak artikel berikut:
1. Viking, Persib
Bermula saat sekelompok bobotoh fanatik PERSIB yang biasa“menghuni” tribun selatan mencetuskan ide untuk menjawab totalitas “sang idola” PERSIB Bandung di lapangan dengan sebuah totalitas dalam memberi dukungan, maka setelah melalui beberapa kali pertemuan yang cukup alot dan memakan waktu, akhirnya terbentuklah sebuah kesepakatan bersama. Tepatnya pada Tanggal 17 Juli 1993, diikrarkanlah sebuah kelompok Bobotoh dengan nama VIKING PERSIB CLUB. Adapun pelopor dari pendiriannya antara lain ; Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi “Pesa” Rokhdian, Hendra Bule, dan Aris Primat dengan dihadiri oleh beberapa Pioner Viking Persib Club lainnya, yang hingga kini masih tetap aktif dalam kepengurusan Viking Persib Club.
Nama VIKING diambil dari nama sebuah suku bangsa yang mendiami kawasan skandinavia di Eropa Utara. Suku bangsa tersebut dikenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotis, berjiwa penakluk, pantang menyerah, serta senang menjelajah. Karakter dan semangat itulah yang mendasari “Pengadopsian” nama VIKING kedalam nama kelompok yang telah dibentuk. Secara demonstratif, Viking Persib Club pertama kali mulai menunjukan eksistensinya pada Liga Indonesia I — tahun 1993, yang digemborkan sebagai kompetisi semi professional pertama di Tanah Air kita. Slogan “PERSIB SANG PENAKLUK” begitu dominan terlihat pada salah satu atribut yang dipakai anggotanya. Viking dimasa ini masihlah sangat tradisional dan belum menunjukkan geliat sebagai sebuah organisasi yang utuh secara profesional, bahkan pada awalnya mereka tidak mempunyai homebase dan menjadikan halaman sekretariat PERSIB di Jalan gurame sebagai tempat berkumpul. Seiring waktu kehadiran mereka yang merajai tribun selatan pun mulai dikenal dan diakrabi bobotoh, banyak pula yang berminat untuk menjadi bagian dari Viking, pendaftaran anggota pun mulai dibuka lebar.
Viking Persib Club murni lahir secara independen berdasarkan inisiatif dari para Bobotoh dari golongan grass root. Dalam pandangan Viking, supporter tidak hanya berperan sebagai “tukang sorak” saat menyaksikan dan mendukung kesebelasan kesayangannya, tetapi peran supporter harus lebih dari itu! Dia harus menjadi pembangkit semangat saat tim kesayangannya jatuh bangun menunaikan tugasnya dilapangan. Supporter juga harus menjadi kekuatan tambahan bagi para pemain dilapangan, …… intinya, supporter harus menjadi pemain ke-12! Dan VIKING ingin menjadi pemain ke-12 bagi PERSIB.
2. Bonek, Persebaya
Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989 untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa. Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.
Secara tradisional, Bonek memiliki lawan-lawan, sebagaimana layaknya suporter di luar negeri. Saat era perserikatan, lawan tradisional Bonek adalah suporter PSIS Semarang dan Bobotoh Bandung. Di era Liga Indonesia, lawan tradisional itu adalah Aremania Malang, The Jak suporter Persija, dan Macz Man fans PSM Makassar. Di era Ligina, Bonek justru bisa berdamai dengan Bobotoh Persib Bandung, Macz Man (PSM Makassar) dan Suporter PSIS Semarang.

3. Aremania, Malang
Sekitar pertengahan tahun 1990-an istilah Aremania mulai dipakai sebagai nama suporter Arema. Sementara itu geng-geng di Malang mulai luntur. Anggota geng yang pada akhir tahun 1980-an masih muda, di pertengahan tahun 1990-an sudah lebih dewasa. Munculnya generasi geng baru di Malang tidak terjadi karena faktor perubahan sepak bola di Indonesia dan upaya pencegahan dari beberapa tokoh Aremania.
Nama Aremania serta simbol Singo Edan diciptakan oleh beberapa tokoh Aremania sehingga dapat mempersatukan suporter Arema. Suporter Arema didorong tokoh Aremania menjadi rukun dan sportif.
Namun proses itu mengalami hambatan. Persaingan keras antara suporter Malang dan Surabaya terjadi sampai sekarang. Konflik antara dua kelompok suporter ini di Malang masih terjadi sampai tahun 1999.
Insiden di luar Malang terjadi sampai tahun 2001. Yang paling parah setelah zaman Galatama terjadi di Sidoarjo pada Mei tahun 2001.
Persatuan Aremania bersdasarkan pada ide inklusif, yaitu bahwa semua suporter Arema bersaudara. Sistem ketertiban suporter tergantung pada pengurus suporter, Koordinator Wilayah atau korwil. Tokoh korwil adalah pengurus suporter di sebuah kampung atau daerah.

4. The Macz Man, Makasar
The Macz Man juga merupakan suporter fanatik PSM Makassar merupakan tempat berkumpulnya para pecinta klub tertua di Indonesia (ayam jantan dari timur) dengan militansi dan kesetian yang teguh untuk membela klub kebanggaan masyarakat kota makassar dan sulawesi selatan secara keseluruhan.The Macz Man adalah kelompok suporter yang berdiri februari 2001. The Macz Man selalu mendampingi PSM Makassar dalam pertandingan Kandang atau Tandang.
5. The Jakmania, Persija
The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.(**)

Sumber: dari berbagai sumber, uniknya.com, Maret 2012
Read More

profil : Muhammad Ridhuan

Sumber : http://newgaruda.blogspot.com/2011/06/profil-muhammad-ridhuan.html
Ridhuan Muhammad adalah Pemain sepak bola berkebangsaan Singapura Saat Suami Yang Bermain di Indonesia Arema salah Satu klub anggota Liga Super Indonesia dan Juga Pemain timnas Singapura. Ia merupakan Pemain Serba Bisa, besarbesaran Bisa menempati Posisi sebagai Pemain bertahan, gelandang dan penyerang.
Nama Lengkap: Muhammad Ridhuan bin Muhammad
Nama Panggilan:Ewan
Tanggal Lahir:6 Mei 1984 (Usia 27)
Tempat Lahir:Singapura
Negara:Singapura
Tinggi Badan:176 cm.
Berat Badan:65 Kg.
Peranan:Gelandang
Nomor Punggung: 6
Read More

Biografi Irfan Bachdim

Biodata
Nama lengkap: Irfan Haarys Bachdim
Nama akrab: Irfan Bachdim
Tempat lahir: Amsterdam
Tanggal lahir: 11 Agustus 1988
Irfan Haarys Bachdim, lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988 adalah pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia juga tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Dalam bermain, ia bisa menempati berbagai posisi seperti striker, gelandang maupun sayap.
Ayah Irfan, Noval Bachdim, adalah warga negara Indonesia kelahiran Malang yang telah menetap lebih dari 20 tahun di Belanda; sedangkan ibunya Hester van Dijic adalah warga negara Belanda. Keluarga Bachdim tinggal di kota Amsterdam. Noval Bachdim pernah menjadi pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang.
Karir Di Belanda
Irfan mulai bermain sepak bola di akademi sepakbola Ajax Amsterdam. Setelah tiga tahun ia pindah ke SV Argon, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak meskipun ia bermain sebagai gelandang. Irfan kemudian direkrut oleh pencari bakat FC Utrecht, dan menandatangani kontrak dengan klub tersebut. Ia kemudian bermain untuk tim junior Utrecht, dan sesekali menjadi pemain cadangan tim senior. Setelah kontraknya tidak diperpanjang lagi, maka pada bulan Juli 2009 ia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.
Karir Di Indonesia
Pada bulan Maret 2010, Irfan mengikuti seleksi pemain di Persib Bandung dan Persija Jakarta, namun kedua klub tersebut tidak memilihnya. Tanggal 9 Agustus 2010, ia direkrut pelatih Persema Malang, Timo Scheunemann, setelah sang pelatih melihat permainan Irfan dan para pemain muda berlaga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan Bachdim direkrut bersama-sama dengan Kim Jefri Kurniawan, pemain berdarah Indonesia-Jerman yang sebelumnya bermain di FC Heidelsheim.
Karir Di Tim nasional
Tahun 2006, Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games Qatar. Namun ia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera.
Dalam Piala AFF 2010, ia tergabung dalam timnas senior Indonesia di bawah pelatih Alfred Riedl. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010. Penampilan pertamanya bersama timnas dalam turnamen resmi terjadi pada 1 Desember 2010, saat Indonesia mengalahkan Malaysia 5-1 di Gelora Bung Karno pada ajang AFF 2010. Irfan sendiri mencetak 1 gol dalam pertandingan tersebut.
Read More

profil : Sunarto

Sunarto (Lahir di Malang, DKI Timur, 18 Mei 1990; Umur 21 tahun) adalah seorang Pemain sepak bola Indonesia. Saat Suami diameter Bermain untuk Indonesia Arema di Liga Super Indonesia. Dia Biasa berposisi sebagai Striker. Sunarto menggunakan nomer punggung 15. Ia adalah salah Satu Pemain Yang membawa Arema U-18 juara Piala Soeratin Liga Remaja Nasional 2007.
Nama Lengkap: Sunarto
Tanggal Lahir:18 Mei 1990 (Usia 21)
Tempat Lahir:Malang
Negara:Indonesia
Tinggi Badan:169 cm.
Berat Badan:60 Kg.
Peranan:Striker
Nomor Punggung: 15
Read More

Biografi Ahmad Bustomi

Selanjutnya, Jumari beserta keluarganya mengadu nasib ke Jakarta. Bertahun-tahun mengadu nasib, Jumari akhirnya kembali ke kampung halamannya di daerah Karangploso, Malang.

Kehidupan Pribadi
Ahmad Bustomi menikah dengan Fina Dian Sari teman semasa SMP yang kini bekerja sebagai asisten apoteker di RSSA (Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar) Malang.

Biodata:
Nama lengkap: Ahmad Bustomi
Nama Panggilan: Tomi, Cimot
Tempat / tangal lahir: Jombang 13 Juli 1985
Orang tua: Jumari (ayah) /Sumiati (ibu)
Status: Menikah
Istri: Fina Dian Sari

Karir: Posisi: Gelandang / Deep Playmaker

Klub:
    * Persikoba Batu (2004)
    * Persema Malang (2005-2008)
    * Arema Malang (2008-2011)

Sumber : http://gudang-biografi.blogspot.com/2011/01/biografi-ahmad-bustomi.html
Read More